Pelihara kemampuan prajurit, Kodim 1623/Karangasem gelar latihan menembak
PELIHARA KEMAMPUAN PRAJURIT, KODIM 1623/KARANGASEM GELAR LATIHAN MENEMBAK.
Dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan Prajurit di bidang menembak, Kodim 1623/Karangasem menggelar Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbakjatri) TW I ta.2023 bertempat di lapangan tembak Perbakin Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung pada Jumat (17/03/23)
Latihan menembak tersebut diawasi langsung oleh Komandan Latihan Kapten Inf I Wayan Suyadnya sebagai bentuk pertanggung jawaban Komandan dalam melaksanakan pengawasan latihan.
Menembak senjata ringan ini sudah dikenalkan sejak calon prajurit mengikuti pendidikan pembentukan di lembaga lembaga pendidikan militer baik Pendidikan pembentukan Tamtama, Bintara dan Perwira. Adapun pejabat yang berperan pada Latihan menembak kali ini yakni : Komandan latihan Kapten Inf. I Wayan Suyadnya, dan Kormat Senapan Kapten Inf Marjuli sebagai unsur pengaman : dua orang Anggota Provost Kodim 1623/Karangasem, dua orang Anggota staf Intel Kodim 1623/Karangasem, dan tiga orang Anggota Unit Intel Kodim 1623/Karangasem.
Pada kesempatan tetsebut komandan latihan Kapten Inf I Wayan Suyadnya "memberikan penekanan kepada prajuritnya untuk serius dan berhati hati dalam berlatih serta mengikuti instruksi dari pelatih maupun pengawas latihan karena munisi yang digunakan merupakan munisi tajam, sehingga tidak ada lagi kesalahan yang dilakukan oleh perorangan yang dapat menimbulkan kerugian personel" pungkasnya
"dalam melaksanakan menembak harus selalu memperhatikan faktor keamanan, ikuti petunjuk sesuai perintah penembakan, tumbuhkan di dalam diri masing - masing untuk selalu memperhatikan faktor keamanan supaya kegiatan menembak ini bisa berjalan dg tertib lancar dan aman" imbuhnya.
Mengawali latihan menembak kordintor materi Kapten Inf Marjuli mengatakan "latihan menembak ini merupakan kegiatan rutin yang di laksanakan tiap Triwulan akan tetapi walaupun rutin jangan sampai dianggap main main dan biasa karena apabila dianggap biasa maka hasilnya tidak akan maksimal. Jangan sampai ada korban dalam latihan menembak baik dari prajurit maupun masyarakat yang berdomisili dan melintas di sekitar lapangan tembak, karena latihan sehebat dan sebaik apapun apabila ada korban yang disebabkan karena kelalaian dalam latihan maka latihan tersebut dinyatakan gagal atau tidak berhasil, intinya tetap perhatikan faktor keamanan itulah yang paling utama" tutupnya.






Komentar
Posting Komentar